7 Jenis-Jenis Pengelasan Paling Dipakai Tukang Las

7 Jenis-Jenis Pengelasan Paling Dipakai Tukang Las

Di lapangan, kerja las itu bukan cuma soal nyambungin besi. Salah pilih metode, hasil bisa retak, keropos, atau cepat rusak. Makanya, penting banget buat tukang dan kontraktor paham jenis-jenis pengelasan yang sering dipakai, biar hasil kerja kuat, rapi, dan tahan lama.

Secara umum, pengelasan adalah proses menyatukan logam dengan panas tinggi sampai meleleh, lalu menyatu saat dingin. Nah, tiap metode punya karakter sendiri, tergantung kebutuhan proyek.

Jenis-Jenis Pengelasan yang Umum Dipakai

Berikut beberapa jenis-jenis pengelasan yang sering dipakai di proyek konstruksi dan bengkel:

1. SMAW (Las Listrik Manual)

Paling umum di lapangan. Pakai elektroda batang.

  • Cocok untuk kerja outdoor
  • Bisa pakai AC atau DC
  • Tahan kondisi angin dan debu

Biasanya dipakai untuk:

  • Struktur baja
  • Pagar, kanopi
  • Perbaikan cepat

Baca juga : Anti Gagal! Cara Mengelas yang Benar Biar Hasil Rapi & Kuat

2. GMAW (Las MIG)

Menggunakan kawat gulungan + gas pelindung.

  • Hasil lebih rapi
  • Minim slag (kerak las)
  • Lebih cepat dari SMAW

Cocok untuk:

  • Workshop
  • Produksi massal
  • Material tipis

3. GTAW (Las TIG)

Presisi tinggi, hasil super halus.

  • Pakai elektroda tungsten (tidak habis)
  • Gas pelindung argon/helium
  • Cocok untuk stainless & aluminium

Biasanya dipakai untuk:

  • Pipa tekanan tinggi
  • Industri makanan
  • Finishing premium

4. SAW (Submerged Arc Welding)

Las dengan flux menutup area las.

  • Penetrasi dalam
  • Cocok untuk plat tebal
  • Proses bisa otomatis

Sering dipakai di:

  • Kapal
  • Tangki besar
  • Struktur berat

Baca juga : Cara Merawat Mesin Las Biar Awet, Nggak Rewel, dan Hemat Biaya

5. FCAW (Flux Cored Arc Welding)

Gabungan SMAW & MIG.

  • Bisa tanpa gas tambahan (self-shielded)
  • Produktivitas tinggi
  • Cocok untuk outdoor

Jenisnya:

  • FCAW-G (pakai gas)
  • FCAW-SS (tanpa gas)

Perbandingan Singkat

Metode Kelebihan Kekurangan Cocok Untuk
SMAW Fleksibel & murah Hasil kurang rapi Proyek lapangan
MIG Cepat & bersih Butuh gas Workshop
TIG Presisi tinggi Lambat & mahal Finishing
SAW Kuat untuk tebal Terbatas posisi Industri berat
FCAW Produktif Perlu setting tepat Proyek besar

Baca juga :

Faktor Penting Sebelum Mengelas

Biar hasil maksimal, jangan asal nyala mesin. Perhatikan ini:

  • Kebersihan material → jangan ada oli/karat
  • Pemilihan elektroda/kawat → harus sesuai material
  • Setting arus & tegangan → jangan terlalu tinggi/rendah
  • Posisi pengelasan → beda posisi, beda teknik
  • Skill welder → pengalaman sangat ngaruh

Kalau ini diabaikan, hasil las bisa:

  • Retak
  • Berpori
  • Nggak nempel sempurna

Baca juga : Perbedaan Las Argon dan Las Listrik

Memahami jenis-jenis pengelasan bukan cuma teori, tapi bekal penting buat kerja di lapangan. Setiap metode punya fungsi masing-masing, tinggal disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan kondisi kerja.

Kalau mau hasil las kuat, awet, dan minim revisi, kuncinya simpel: pilih metode yang tepat, pakai material yang sesuai, dan pastikan tekniknya benar. Dengan begitu, kerjaan jadi lebih cepat selesai dan kualitas tetap terjaga.