
Jenis-jenis Kawat Las dan Fungsinya
Daftar Isi
Memilih kawat las yang benar adalah salah satu faktor dalam menentukan kekuatan dan daya tahan hasil pengelasan. Banyak kegagalan seperti retak, gampang retak, atau tidak menempel kuat sebenarnya disebabkan jenis kawat las yang tidak sesuai dengan metode dan material kerja.
Artikel ini akan membantu anda untuk kenal jenis dan tipe kawat las yang sering digunakan pada bengkel maupun industri dan proyek konstruksi. Artikel ini juga memberi gambaran kapan kawat tersebut sebaiknya digunakan.
Kawat Las SMAW

Jenis kawat las yang pertama adalah kawat las SMAW atau Las listrik manual. Untuk pengelasan harian dan konstruksi umum, kawat las E6013 seperti RB 26 atau RD 460/260 menjadi pilihan yang paling populer.
Elektroda rutile ini mudah dinyalakan, stabil di berbagai posisi, dan cocok untuk pelat tipis hingga tebal. Jenis kawat las E6013 banyak dipakai di bengkel las rumahan maupun industri ringan karena karakteristik kawat tersebut sangat ramah pemula.
Jika kebutuhan meningkat ke struktur dengan beban tinggi, kawat las LB-52 dan LB-52U (E7016 Low Hydrogen) lebih direkomendasikan.
Kawat ini dirancang untuk baja karbon dan baja tarik sedang seperti ST.52, dengan hasil yang lebih kuat dan tahan retak. Namun, elektroda ini membutuhkan penanganan khusus seperti pengeringan ulang agar kualitasnya tetap optimal.
Kawat Las TIG (GTAW)
Pada pengelasan presisi tinggi seperti stainless steel dan alumunium, elektroda tungsten dan TIG rod (filler) digunakan secara terpisah. Tungsten berguna untuk membentuk busur, sementara TIG rod menjadi bahan pengisi.
Dengan Perlindungan gas argon, metode ini menciptakan sambungan yang bersih dan sangat rapi, ideal untuk industri makanan, dekorasi logam, dan fabrikasi presisi.
Kawat Las MIG (GMAW)
Jenis kawat yang terakhir adalah Kawat Las MIG (GMAW). Untuk produktivitas tinggi, kawat las MIG menawarkan proses pengelasan yang cepat dan konsisten. Terdapat dua jenis utama:
Mig Wire Flux Core
Kawat las ini ditandai dengan kode E71T. Memiliki inti fluks yang menghasilkan gas pelindung saat terbakar oleh busur las. Berguna untuk menghilankan kebutuhan akan tabung gas CO2 tambahan, atau biasa disebut kawat las MIG Gasless.
Mig Wire Solid Core
Dikenal dengan kode klasifikasi AWS ER70S, kawat ini membutuhkan suplai gas eksternal, seperti CO2 atau campuran gas lain. Hal ini berfungsi untuk melindungi area las dari kontaminasi atmosfer.
Pilih Kawat Las Sesuai Kebutuhan
Kawat las berfungsi dengan optimal sesuai dengan kebutuhannya, sehingga tidak ada satu jenis kawat las yang unggul untuk semua pekerjaan.
Faktor metode las, jenis material, beban struktur, dan lingkungan kerja harus dipertimbangkan sejak awal. Dengan memilih kawat las yang sesuai, anda dapat menghemat waktu, biaya perbaikan dan resiko kegagalan.
FAQ Seputar Jenis Kawat Las
Apa perbedaan kawat las SMAW, TIG, dan MIG?
Perbedaannya terletak pada metode pengelasan dan penggunaannya. SMAW menggunakan elektroda batang dan cocok untuk pekerjaan umum. TIG memakai tungsten dan gas argon untuk hasil sangat rapi. MIG menggunakan kawat gulung otomatis sehingga proses pengelasan lebih cepat dan efisien.
Kawat las mana yang cocok untuk pemula?
Kawat las SMAW tipe E6013 sering direkomendasikan untuk pemula karena mudah digunakan, busur stabil, dan cocok untuk berbagai posisi pengelasan pada pekerjaan ringan hingga menengah.
Apa fungsi kawat las low hydrogen?
Kawat las low hydrogen seperti E7016 digunakan untuk mengurangi risiko retak pada sambungan las. Jenis ini umum dipakai pada konstruksi baja, proyek struktural, dan material dengan beban tinggi.
Apakah kawat las MIG gasless lebih praktis?
Ya. Kawat las flux core atau MIG gasless lebih praktis karena tidak membutuhkan tabung gas tambahan. Jenis ini cocok untuk pekerjaan lapangan dan area yang sulit membawa perlengkapan lengkap.
Butuh rekomendasi kawat las sesuai mesin dan proyek anda? Tim kami siap membantu memilihkan jenis kawat las yang paling cocok untuk kebutuhan bengkel maupun industri anda. Silahkan hubungi Whatsapp kami untuk informasi lebih lanjut.



