Anti Bolong! Cara Las Galvanis yang Benar untuk Pemula
Daftar Isi
Besi galvanis sering dipakai untuk pagar, rangka ringan, sampai kanopi karena kuat tapi tetap ringan. Masalahnya, banyak tukang masih bingung cara las galvanis yang benar. Sedikit salah teknik saja, hasilnya bisa bolong, rapuh, atau malah rusak.
Galvanis punya lapisan seng dan biasanya lebih tipis dibanding besi biasa. Itulah kenapa teknik pengelasannya harus lebih hati-hati. Kalau asal panas tinggi atau terlalu lama di satu titik, material bisa langsung jebol. Makanya, penting banget paham teknik dasar sebelum mulai kerja.
Kenapa Las Galvanis Lebih Susah?
Beberapa alasan kenapa galvanis tricky:
- Material cenderung tipis
- Lapisan seng mudah rusak karena panas
- Risiko bolong lebih tinggi
- Butuh kontrol panas yang stabil
Kalau tidak paham tekniknya, hasilnya bukan nyambung, tapi malah rusak.
Baca juga : 7 Jenis-Jenis Pengelasan Paling Dipakai Tukang Las
Cara Las Galvanis yang Benar
Supaya hasil rapi dan kuat, ikuti langkah berikut:
- Gunakan ampere rendah
Idealnya di kisaran 40–60 ampere supaya panas tidak berlebihan - Pilih elektroda diameter kecil
Gunakan 1.6 mm – 2.6 mm agar arus lebih stabil dan tidak terlalu panas - Jangan las terus-menerus
Beri jeda beberapa detik supaya material sempat dingin - Gunakan teknik intermittent
Las 10 cm, lompat 10–15 cm, lalu lanjut lagi - Kerjakan dengan cepat dan stabil
Hindari terlalu lama di satu titik
Perbandingan Setting Ideal Las Galvanis
| Parameter | Rekomendasi | Dampak Jika Salah |
| Ampere | 40–60 A | Terlalu tinggi = bolong |
| Elektroda | 1.6–2.6 mm | Terlalu besar = overheat |
| Teknik | Intermittent | Tanpa jeda = deformasi |
Baca juga : Wajib Tahu! APD Pengelasan untuk Tukang & Kontraktor Las
Tips Biar Hasil Lebih Rapi
Selain teknik dasar, ada beberapa tips tambahan:
- Bersihkan permukaan sebelum dilas
- Gunakan gerakan tangan stabil
- Latihan di material bekas dulu
- Jangan buru-buru saat setting mesin
- Cek hasil setelah dingin
Hal kecil seperti ini sering jadi pembeda antara hasil asal nempel dan hasil profesional.
Baca juga : Perbedaan Las Argon dan Las Listrik
Kesalahan yang Sering Terjadi
Banyak tukang masih melakukan kesalahan ini:
- Ampere terlalu besar
- Elektroda tidak sesuai
- Las terlalu lama di satu titik
- Tidak memberi jeda pendinginan
Padahal, inti dari cara las galvanis adalah mengontrol panas, bukan sekadar menyambung.
Menguasai cara las galvanis memang butuh latihan, tapi bukan berarti sulit. Kuncinya ada di kesabaran, setting mesin yang tepat, dan teknik yang konsisten. Kalau sudah terbiasa, kamu bisa dapat hasil las yang rapi, kuat, dan minim cacat meskipun materialnya tipis.
Baca juga : Pemula Wajib Tahu! Cara Menggunakan Mesin Las Listrik Biar Nggak Gagal
FAQ Pengelasan Galvanis
- Kenapa galvanis mudah bolong saat dilas?
Karena materialnya tipis dan sensitif terhadap panas. Jika ampere terlalu tinggi atau terlalu lama dilas, langsung jebol. - Berapa ampere ideal untuk las galvanis?
Umumnya di kisaran 40–60 ampere, tergantung ketebalan material dan jenis elektroda yang dipakai. - Apakah galvanis harus dilas cepat?
Iya, pengelasan harus relatif cepat dan diselingi jeda agar panas tidak menumpuk dan merusak material.