Pemula Wajib Tahu! Cara Menggunakan Mesin Las Listrik Biar Nggak Gagal
Daftar Isi
Buat yang sering kerja di bengkel atau proyek, ngerti cara menggunakan mesin las listrik itu wajib hukumnya. Soalnya, salah setting atau teknik sedikit saja bisa bikin hasil las jelek, bahkan berbahaya. Banyak yang sudah pegang mesin, tapi belum paham cara pakainya dengan benar.
Mesin las listrik sendiri bekerja dengan mengubah arus listrik jadi panas tinggi untuk menyatukan logam. Umumnya dipakai untuk besi, stainless, hingga konstruksi ringan seperti pagar atau kanopi. Supaya hasilnya maksimal, penting banget memahami langkah dasarnya, bukan sekadar coba-coba.
Persiapan Sebelum Mengelas
Sebelum mulai, pastikan semua sudah siap:
- Area kerja bersih dari bahan mudah terbakar
- Ventilasi cukup (biar asap tidak mengganggu)
- Permukaan material kering dan tidak kotor
- Siapkan APD lengkap (helm las, sarung tangan, sepatu safety)
Persiapan ini sering dianggap sepele, padahal jadi penentu keamanan kerja.
Baca juga : Sering Diabaikan! Welding Gauge Adalah Kunci Hasil Las Presisi
Cara Menggunakan Mesin Las Listrik (Step by Step)
Ikuti urutan ini biar hasil lebih rapi dan aman:
- Pasang kabel dengan benar
Clamp massa ke terminal minus (-) dan holder elektroda ke plus (+) - Hubungkan ke listrik stabil
Pastikan daya cukup, jangan sampai mesin drop - Atur ampere sesuai kebutuhan
Sesuaikan dengan ketebalan material dan diameter elektroda - Jepit massa ke benda kerja
Pastikan menempel kuat agar arus stabil - Pasang elektroda dengan benar
Jangan longgar supaya busur stabil - Nyalakan busur secara halus
Gunakan teknik gesek ringan - Mulai pengelasan dengan gerakan stabil
Jaga jarak dan sudut elektroda - Bersihkan kerak (slag)
Setelah dingin, ketok dan sikat sampai bersih
Baca juga : Cara Mengelas yang Benar Biar Hasil Rapi & Kuat
Panduan Setting Ampere Dasar
| Diameter Elektroda | Arus Ideal | Keterangan |
| 2.0 mm | 40–60 A | Cocok untuk plat tipis |
| 2.6 mm | 60–90 A | Umum untuk pekerjaan ringan |
| 3.2 mm | 90–130 A | Untuk material lebih tebal |
Setting ini bisa jadi patokan awal, lalu disesuaikan dengan kondisi lapangan.
Baca juga : Bagian Bagian Mesin Las yang Sering Diabaikan Tapi Krusial
Tips Supaya Hasil Las Lebih Bagus
Biar makin optimal, perhatikan hal berikut:
- Gunakan elektroda sesuai jenis material
- Jangan terlalu lama di satu titik (bisa bolong)
- Jaga jarak busur sekitar 3 mm
- Gunakan gerakan konstan (tidak goyang)
- Selalu cek hasil setelah slag dibersihkan
Selain itu, latihan rutin juga sangat berpengaruh. Semakin sering dipakai, tangan makin terbiasa.
Perawatan Mesin Las
Supaya mesin tetap awet:
- Bersihkan debu dan serbuk besi secara rutin
- Hindari air atau area lembap
- Pastikan kipas pendingin bekerja normal
- Gunakan listrik stabil (hindari genset tanpa stabilizer)
Memahami cara menggunakan mesin las listrik bukan cuma soal teknik, tapi juga soal kebiasaan kerja yang benar. Kalau semua langkah dijalankan dengan disiplin, hasil las akan lebih kuat, rapi, dan minim cacat. Selain itu, risiko kerusakan mesin juga bisa ditekan.
Baca juga : 7 Jenis-Jenis Pengelasan Paling Dipakai Tukang Las
FAQ Seputaran Pemakaian Las Listrik
Apa kesalahan paling umum saat pakai mesin las listrik?
Biasanya setting ampere tidak sesuai dan material belum dibersihkan. Ini bikin hasil las jelek dan tidak kuat.
Berapa ampere yang ideal untuk pemula?
Untuk latihan, biasanya 60–90 ampere dengan elektroda 2.6 mm sudah cukup stabil dan mudah dikontrol.
Kenapa hasil las banyak percikan (spatter)?
Penyebabnya bisa karena arus terlalu tinggi atau jarak busur terlalu jauh. Coba turunkan ampere dan perbaiki teknik.