Teknik Las Argon untuk Stainless Steel bagi Pemula

Teknik Las Argon untuk Stainless Steel bagi Pemula

Las Argon atau Las TIG sering dianggap sulit oleh pemula, terutama saat digunakan pada material steel. Dengan pemahaman teknis yang benar, las argon justru menjadi metode pengelasan yang paling rapi dan presisi untuk material ini. 

Artikel ini Membahas Teknik las argon stainles steel untuk pemula, agar hasil las bisa lebih kuat, bersih, dan tidak mudah rusak. 

Apa Itu Las Argon

Las argon menggunakan gas argon sebagai pelindung kolam las dari luar. Elektroda tungsten berfungsi sebagai penghantar panas yang tidak ikut meleleh, sementara filler atau logam pengisi ditambahkan secara terpisah.

Sistem tersebut membuat panas lebih terkontrol, sehingga sangat cocok untuk stainless steel yang sensitif terhadap oksidasi dan perubahan suhu ekstrim.

Keunggulan las Argon atau las TIG pada stainless steel adalah hasil las yang lebih clean, minim percikan, dan tampilan sambungan yang rapi. Metode ini menjadi alasan las Argon banyak dipakai untuk peralatan dapur, pipa stainless, dan rangka industri.

Baca juga : Jenis-jenis kawat Las dan Fungsinya

Membutuhkan Teknik yang Benar

Stainless steel sangat sensitif terhadap panas dan oksidasi. Kalau terlalu panas, material akan mengalami penurunan kekuatan, dan akan mudah berubah warna, seperti biru, coklat, atau kehitaman. Namun jika kurang panas, logam tidak dapat menyatu dengan sempurna.

Disitulah keunggulan las argon, gas argon akan melindungi kolam las dari udara sehingga logam tidak teroksidasi saat meleleh. Untuk pemula sendiri, tujuan utama bukan kecepatan, tapi kontrol panas dan kestabilan kolam las. 

Pengaturan Mesin yang Tepat

Gunakan arus DC dengan ampere relatif rendah. Stainless tidak membutuhkan arus besar seperti baja tebal. Arus yang terlalu tinggi akan membuat plat cepat bolong dan hasil las melebar tidak terkendali.

Aliran gas argon harus tetap stabil. Jika gas terlalu kecil, kolam las terpapar udara dan hasil las menjadi tidak jernih. Sebaliknya, Arus yang terlalu tinggi akan membuat plat cepat bolong dan hasil dapar melebar.

Teknik Posisi dan Gerakan Tangan

Posisi torch ideal berada di sudut sekitar 15-20 derajat, mengarah ke depan jalur las. Elektroda tungsten tidak boleh menyentuh material karena akan mencemari kolam las.

Gerakan tangan harus perlahan dan konsisten. Kesalahan pemula adalah bergerak terlalu cepat karena takut material terlalu panas. Akibatnya, sambungan terasa lemah dan kolam las tidak sempat melebur dengan logam.

Penggunaan Filler Rod yang Benar

Filler dimasukkan bukan dengan cara ditekan atau ditancapkan, melainkan dengan memasukkannya sedikit demi sedikit. Jika memasukkan filler secara berlebihan, hasil las menjadi menggumpal dan tidak rata.

Supaya kekuatan dan ketahanan korosi tetap terjaga, pastikan filler sesuai jenis stainless yang dilas.

Baca juga artikel kami tentang keunggulan mesin las inverter dibanding las trafo

Indikator Hasil Las yang Benar

Anda dapat melihat warna las sebagai indikator hasil las yang benar. Hasil las argon stainless yang baik mempunyai warna perak mengkilap sampai keemasan muda. Sedangkan warna biru tua atau hitam menandakan panas berlebih atau kurangnya perlindungan gas.

Teknik las argon untuk stainless steel bagi pemula berfokus pada kontrol panas, kebersihan material, dan kestabilan gerakan. Jika tiga hal ini dikuasai, hasil las akan kuat, rapi, dan tahan lama.