
Jenis Mesin Gerinda dan Fungsinya
Banyak orang ingin membeli mesin gerinda, tetapi bingung karena ternyata jenisnya tidak hanya satu. Ada gerinda tangan, gerinda duduk, gerinda potong, bahkan gerinda silinder. Jika salah memilih, alat bisa tidak terpakai maksimal atau justru tidak sesuai kebutuhan pekerjaan.
Masalah utamanya bukan pada merek atau harga, melainkan pada pemahaman jenis mesin gerinda dan peruntukannya. Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai tipe gerinda, perbedaan fungsinya, serta panduan memilih berdasarkan kebutuhan kerja.
Kenapa Perlu Memahami Jenis Mesin Gerinda?
Gerinda adalah alat multifungsi yang digunakan untuk:
- Memotong
- Mengikis
- Menghaluskan
- Mengasah
- Membentuk permukaan material
Namun, setiap jenis mesin gerinda dirancang dengan karakteristik berbeda. Tidak semua gerinda cocok untuk semua pekerjaan.
Memahami klasifikasinya membantu Anda:
- Menghindari pembelian yang salah
- Meningkatkan efisiensi kerja
- Mendapatkan hasil lebih presisi
- Mengurangi risiko kecelakaan
Jenis-jenis Mesin Gerinda
1. Gerinda Tangan (Angle Grinder)

Gerinda tangan adalah jenis paling populer dan sering digunakan di lapangan.
Ciri-ciri:
- Portable
- Dioperasikan dengan dua tangan
- Menggunakan berbagai jenis mata gerinda
Fungsi:
- Memotong besi dan pipa
- Menghaluskan las
- Membersihkan karat
- Memotong keramik (menggunakan mata gerinda khusus keramik)
Gerinda tangan cocok untuk:
- Tukang las
- Pekerjaan konstruksi
- Proyek rumahan
Gerinda tangan unggul dalam fleksibilitas dan mobilitas.
Baca juga : Cara Menggunakan Gerinda Tangan dengan Benar
2. Gerinda Duduk (Bench Grinder)

Gerinda duduk dipasang permanen di meja kerja.
Ciri utama:
- Memiliki dua batu gerinda di kiri dan kanan
- Posisi mesin tetap, material yang digerakkan
Fungsi gerinda duduk:
- Mengasah pahat
- Mengasah mata bor
- Membentuk ujung logam kecil
Gerinda tangan cocok untuk:
- Bengkel
- Workshop
- Pengrajin logam
Gerinda duduk lebih presisi untuk pekerjaan pengasahan.
Baca juga : Cara Pakai Gerinda Duduk yang Benar
3. Gerinda Potong (Cut Off Machine)

Gerinda potong sering disalahartikan sebagai gerinda tangan besar.
Ciri utama:
- Memiliki rangka dan tuas tekan
- Menggunakan mata potong besar
- Biasanya dipasang di meja
Fungsi mesin cut off:
- Memotong besi tebal
- Memotong baja
- Memotong material logam skala besar
Cocok untuk:
- Bengkel fabrikasi
- Industri konstruksi baja
Gerinda potong atau mesin cut off ini dirancang untuk pemotongan lurus dan stabil.
4. Gerinda Silinder (Die Grinder)

Gerinda silinder merupakan jenis gerinda yang berukuran lebih kecil dan presisi.
Ciri utama:
- Bentuk ramping
- Menggunakan batu kecil berbentuk silinder
Fungsi:
- Menghaluskan sudut sempit
- Membersihkan area kecil
- Pekerjaan detail
Cocok untuk:
- Teknisi
- Industri otomotif
- Pekerjaan detail presisi
5. Gerinda Lurus (Straight Grinder)
Gerinda lurus memiliki bentuk mirip dengan die grinder, tetapi lebih besar dan bertenaga.
Fungsi:
- Mengikis area dalam
- Membentuk permukaan sulit dijangkau
Biasanya digunakan dalam industri berat.
6. Gerinda Permukaan (Surface Grinder)
Gerinda permukaan adalah mesin gerinda yang menggunakan roda gerinda berputar.
Fungsi:
- Menghaluskan permukaan logam secara presisi tinggi
- Digunakan dalam manufaktur
Tidak umum digunakan untuk pekerjaan rumahan.
Tabel Perbandingan Jenis Mesin Gerinda
| Jenis | Mobilitas | Fungsi | Penggunaan |
| Gerinda Tangan | Portable | Memotong & Menggerinda | Lapangan |
| Gerinda Duduk | Statis | Mengasah dengan Presisi | Workshop |
| Gerinda Potong | Semi-statis | Potong lurus tebal | Fabrikasi |
| Die Grinder | Portable Kecil | Detail Presisi | Fabrikasi |
| Surface Grinder | Mesin Industri | Presisi Tinggi | Otomotif |
Baca juga : Apa Itu Gerinda? Pengertian, Fungsi, Jenis, Cara Kerjanya



